LANGKAH PEMERINTAH TERHADAP PANGAN DI INDONESIA SELAMA MASA PANDEMI COVID 19
seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa virus corona atau covid 19 adalah virus yang menyerang pernapasan. Virus ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, infeksi pada paru-paru hingga pada kematian.
Setelah menerima surat dari WHO pada 10 Maret lalu, presiden mengambil langkah dalam memutus rantai penyebaran virus corona mulai larangan keluar daerah dan sebagainya. Anjuran pemerintah tentang pemutusan rantai penyebaran virus ini mulai memiliki dampak terhadap pangan di Indonesia, dikarenakan Indonesia adalah negara agraris yang memiliki potensi besar dalam hal pertanian. Adanya virus ini mengakibatkan sektor pertanian harus di perhatikan karena masyarakat menginginkan panganan yang sehat.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi (dalam tempo.co jum'at 10 april 2020) mengatakan, ketahanan pangan harus dijaga baik dari aspek ketersediaan maupun distribusinya
"Kami rutin minta daerah menyampaikan kondisi ketersediaan pangan seperti apa, harganya bagaimana, komoditas apa saja yang stoknya mengalami kekurangan atau kelebihan,” ujar Agung dalam video conference dengan Kepala Dinas Pangan se Indonesia, Kamis, 9 April 2020.
Ditambahkan Agung, distribusi pangan sangat penting agar tidak terjadi kelangkaan, dan masyarakat tenang menyikapi kondisi pandemi sekarang ini.
“Kita ingin mendekatkan sumber produksi ke wilayah yang membutuhkan, karena itu provinsi yang surplus komoditas tertentu menyuplai provinsi yang minus atau kekurangan pasokan,” tutur Agung.
Kementerian Pertanian sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran Sekjen Kementerian Pertanian No1056/SE/RC.10/03/2020 tentang Strategi dalam Pencegahan dan Perlindungan Covid-19.
•Pertama, penyediaan bahan pangan pokok utamanya beras dan jagung bagi 267 juta masyarakat Indonesia.
•Kedua, percepatan ekspor komoditas strategis dalam mendukung keberlanjutan ekonomi.
•Ketiga, sosialisasi kepada petani dan petugas lapangan (PPL dan POPT) untuk pencegahan berkembangnya virus corona sebagaimana standar WHO dan pemerintah.
•Keempat, pembuatan dan pengembangan pasar tani di setiap provinsi, optimasi pangan lokal, koordinasi infrastruktur logistik, dan e-marketing.
•Kelima, program kegiatan padat karya agar sasaran pembangunan pertanian dicapai dan masyarakat langsung menerima dana tunai.
Nah, demikian....tetap jaga kesehatan anda dan keluarga, kurangi aktivitas yang tidak penting dalam upaya pencegahan penyebaran virus
#Dirumah_Aja
Setelah menerima surat dari WHO pada 10 Maret lalu, presiden mengambil langkah dalam memutus rantai penyebaran virus corona mulai larangan keluar daerah dan sebagainya. Anjuran pemerintah tentang pemutusan rantai penyebaran virus ini mulai memiliki dampak terhadap pangan di Indonesia, dikarenakan Indonesia adalah negara agraris yang memiliki potensi besar dalam hal pertanian. Adanya virus ini mengakibatkan sektor pertanian harus di perhatikan karena masyarakat menginginkan panganan yang sehat.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi (dalam tempo.co jum'at 10 april 2020) mengatakan, ketahanan pangan harus dijaga baik dari aspek ketersediaan maupun distribusinya
"Kami rutin minta daerah menyampaikan kondisi ketersediaan pangan seperti apa, harganya bagaimana, komoditas apa saja yang stoknya mengalami kekurangan atau kelebihan,” ujar Agung dalam video conference dengan Kepala Dinas Pangan se Indonesia, Kamis, 9 April 2020.
Ditambahkan Agung, distribusi pangan sangat penting agar tidak terjadi kelangkaan, dan masyarakat tenang menyikapi kondisi pandemi sekarang ini.
“Kita ingin mendekatkan sumber produksi ke wilayah yang membutuhkan, karena itu provinsi yang surplus komoditas tertentu menyuplai provinsi yang minus atau kekurangan pasokan,” tutur Agung.
Kementerian Pertanian sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran Sekjen Kementerian Pertanian No1056/SE/RC.10/03/2020 tentang Strategi dalam Pencegahan dan Perlindungan Covid-19.
•Pertama, penyediaan bahan pangan pokok utamanya beras dan jagung bagi 267 juta masyarakat Indonesia.
•Kedua, percepatan ekspor komoditas strategis dalam mendukung keberlanjutan ekonomi.
•Ketiga, sosialisasi kepada petani dan petugas lapangan (PPL dan POPT) untuk pencegahan berkembangnya virus corona sebagaimana standar WHO dan pemerintah.
•Keempat, pembuatan dan pengembangan pasar tani di setiap provinsi, optimasi pangan lokal, koordinasi infrastruktur logistik, dan e-marketing.
•Kelima, program kegiatan padat karya agar sasaran pembangunan pertanian dicapai dan masyarakat langsung menerima dana tunai.
Nah, demikian....tetap jaga kesehatan anda dan keluarga, kurangi aktivitas yang tidak penting dalam upaya pencegahan penyebaran virus
#Dirumah_Aja
Komentar
Posting Komentar